30 September, 2013

Pengakuan Wanita yang Dipaksa 'Jihad Seks'

Rawan Qadah, wanita dari Syria ini membuat kenyataan di television berkenaan'jihad seks' yang pernah beliau lakukan.

Perempuan yang belum genap usianya 18 tahun ini mengaku diculik oleh kelompok bersenjata. Dirinya diperkosa oleh kaum pemberontak dan dipaksa bergabung dengan kelompok afiliasi Al Qaeda untuk memenuhi keperluan seks para pejuang.

"Ayah saya menyuruh saya pergi dan mandi. Ketika mandi, seorang lelaki datang. Dia kelihatan berusia lebih dari 50 tahun. Dia hanya mengenakan pakaian dalam. Dia menarik rambut saya dan membawa saya ke bilik. Saya menjerit dan ayah saya mendengar, tapi dia tidak melakukan apa-apa," ungkap Rawan Qadah seperti dikutip dari Al Arabiya, Sabtu (28/9).

Dalam video pernyataan tersebut, Rawan Qadah kelihatan diarahkan oleh seorang lelaki yang berada di belakangnya untuk membacakan pernyataan tersebut. Namun, keluarga Rawan Qadah mengatakan anak perempuan mereka telah diculik oleh tentara Syria ketika pulang dari sekolah pada November 2012 di utara tempat tinggal mereka di Deraa.

Selain Rawan Qadah, Sarah Khaled al-Alawo dari daerah timur Deir al-Zour juga disebut sebagai anggota kelompok al-Nusra Front, afiliasi Al Qaeda. Beliau mengaku telah melakukan 'jihad seks' atau melayani keperluan seksual kelompok pemberontak. Namun, keluarga Alawo mengaku anak perempuan mereka ditahan dari kampus Universiti Damaskus setelah menyertai tunjuk perasaan menentang rejim Presiden Bashar al-Assad.

'Jihad seks' atau 'jihad al-nikah' adalah pernikahan dalam jangka pendek yang memungkinkan seorang lelaki atau wanita berhubungan seks dengan banyak pasangan.

[Baca : Gadis Tunisia Jihad Seks di Syria Hingga Hamil]


Sebelum ini, Menteri Dalam Negeri Tunisia, Lotfi ben Jeddou mendakwa banyak wanita Tunisia pergi ke Syria dan pulang dalam keadaan hamil. Kumpulan wanita ini telah melakukan hubungan seks dengan puluhan hingga ratusan pasukan pemberontak.

"Setelah melakukan hubungan seks yang disebut sebagai "jihad al-nikah" mereka pulang dalam keadaan hamil," tutur Jeddou beberapa ketika lalu.


EmoticonEmoticon